Oleh Edward Lontah

Bening Dwiono menekuni pemberdayaan masyarakat sejak 1979, saat belajar pertanian dan sosiologi pedesaan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketika memimpin Artha Bina Manunggal, 1996-2002, Dia membina para pengrajin furniture meningkatkan pemasaran produk-produk mereka.

Bening Dwiono lahir di Cimahi, 20 Juni 1960. Saat duduk di bangku pendidikan formal, Ia aktif dalam berbagai kegiatan kepanduan. Berkat pengalamannya sebagai fasilitator dan asisten di bidang alih teknologi industri dan penetrasi pasar ekspor furniture, Ia kerap diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai seminar dan pameran furniture di Eropa.

Saat ini, dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama Demak Lantern Indonesia (DLI), Bening menjalin kemitraan dengan beberapa kluster bisnis dan kelompok tani yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kemitraan itu dijalin untuk memfasilitasi mereka meningkatkan pemasaran produk, pengembangan agribisnis, pengembangan pola pertanian terpadu, dan berbagai pelatihan (teknik pemasaran, perencanaan bisnis, dan pengelolaan keuangan).

Beberapa pengalaman Bening bersama DLI dalam bidang pemberdayaan masyarakat, antara lain:

  • Pendampingan UKM mebel, handycraft, keramik dan kaca, dan rotan berpotensi ekspor (2001-2004)
  • Pendampingan pengembangan produk kerajinan dan produk mebel untuk ekspor dengan mitra kerja UKM wilayah Demak, Jepara, Purwodadi, Kendal, Klaten dan Yogya (2002)
  • Pendampingan petani dan peternak jangkrik Ds. Wilalung dan Mlatiharjo, Demak (2003)
  • Pendampingan dan pemberdayaan petani padi di Sukoharjo, Kebumen (bersama FPPI) (2004)
  • Sosialisasi varietas kelengkeng dataran rendah, dan jambu air citra Bersama Satya Pelita (2004)
  • Pendamping kluster bisnis jambu air merah delima untuk FEDEP, Demak (2005)

Dengan falsafah, “cari akar kebutuhan, jangan akar permasalahan, dan bersama masyarakat penuhi kebutuhan itu,” fokus Bening dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ditekankan pada pengembangan masyarakat melalui usaha peningkatan perekonomian.

Social entrepreneurship (kewirausahaan sosial) adalah istilah yang digunakan Bening untuk menunjuk kegiatan pemberdayaan yang ditekuninya. Melalui social entrepreneurship, Bening berusaha membentuk kemandirian masyarakat dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Dengan begitu, menurutnya, nantinya akar kebutuhan seperti makan, pekerjaan, dan kehidupan layak, dapat mereka penuhi secara mandiri.

Walaupun ada yang setelah berhasil mandiri langsung melupakan jasanya, bagi Bening itu bukan masalah. “Yang penting, mereka telah merasa terbantu dan berhasil,” ujarnya.