Arsip

Pencarian
Telukagung Jadi Contoh
oleh:elontah tanggal: 12.Nov.2009
Keberhasilan warga di Desa Telukagung membuat pembangkit listrik sendiri merembet ke sejumlah desa sekitarnya.
Bahkan pembangkit yang sama juga dikembangkan warga yang bermukim di atas bukit di luar Kecamatan Mekakau Ilir.
Seperti yang dikembangkan warga yang bermukim di Desa Gunung Batu, Seri Menanti dan Desa Simpang Pancur, Kecamatan Pulau Beringin dengan menjadikan Desa Telukagung sebagai desa percontohan.
Proyek warga Desa Simpang Pancur ini melibatkan 85 kepala keluarga (KK). Mereka membangun pembangkit listrik berkekuatan 40.000 watt. Bahkan proyek Desa Pancur ini mendapat apresiasi khusus dari Bupati OKU Selatan H Muhtadin Serai. Muhtadin meresmikan pembangkit listrik tenaga mikro hidro mini (PLT MHM).
Samul Bachri selaku teknisi dalam perakitan tenaga mikro hidro mini di Desa Telukagung Kecamatan Mekakau Ilir, diyakini warga tetangga mampu merakit pembangkit listrik serupa sehingga bapak dari enam anak tersebut kerap kali diundang dalam setiap pertemuan desa dalam membahas rencana untuk membuat pembangkit listrik tenaga air.
“Malah ada desa yang akan membangun pembangkit dengan menggunakan dana PNPM, seperti yang dilakukan Desa Kepayang, Kembang Bandung dan Desa Bunut,” imbuhnya.
Menurut Samul, kekurangan dari listrik tenaga mikro hidro mini ini adalah ketergantungan pada keran air yang memutar turbin. Sebab jika debit air bertambah akibat hujan di bagian hulu sungai maka putaran turbin lebih cepat. Akibatnya muatan listrik yang dihasilkan generator melebihi kapasitas. Kondisi ini mengakibatkan mesin pembangkit rusak.
“Solusinya menugaskan seorang warga setiap waktu untuk memantau terus kondisi debit air yang memutar turbin agar tetap stabil,” imbuhnya.
Selain itu menurutnya, listrik tenaga mikro hidro mini juga belum dilengkapi dengan panel kontrol atau gardu induk sebab untuk pengadaan alat yang satu ini warga harus mengeluarkan sendiri biaya mencapai Rp 12 juta lagi.
“Karena terbatasnya dana gardu induk maka kami ganti dengan memasang bandul. Berupa delapan buah bola lampu 200 Watt. Jika delapan bola lampu itu nyala terang artinya listrik yang dihasilkan generator cukup besar. Bola lampu itu juga berguna sebagai pembuang. Namun jika kedelapan bola lampu tadi redup artinya listrik yang dikeluarkan generator kecil. Selanjutnya kedelapan bola lampu kontrol tadi dimatikan dan aliran listrik dalam kondisi stabil dan aman mengalir ke rumah warga,”jelasnya. (hr)
Sumber: http://www.sripoku.com/view/20511/Telukagung_Jadi_Contoh
|