Oleh

SOE, Pos-Kupang.Com — Akibat perencanaan tidak maksimal, pembangunan rabat beton Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Desa Fotuna, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tidak selesai.

Sesuai perencanaan, di desa itu dibangun rabat beton dua jalur sepanjang 1 kilometer, namun pelaksanaan cuma 800 meter karena kesalahan perencanaan.

“Sisa pekerjaan sepanjang 200 meter hanya dibangun pada bagian kanan dan terkesan asal jadi. Hal ini karena baru selesai dikerjakan sudah rusak. Sebagian campuran sudah terbongkar dan menimbulkan lubang pada beberapa titik,” kata anggota DPRD TTS, David Boimau, saat ditemui di ruang sidang DPRD setempat, Sabtu (8/1/2011).

David mengatakan, kasus ini ditemukan ketika dirinya bersama rekan Dewan, Gordon Banoet, melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kecamatan Amanatun Utara pada tanggal 28 – 29 Desember 2010. Pihaknya siap merekomendasikan kepada pemerintah melalui lembaga DPRD TTS.

David Boimau mengatakan, informasi yang diperoleh dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan, Yani Fay, bahwa pekerjaan rabat beton tidak diselesaikan karena terjadi kesalahan perencanaan dan kurangnya pengawasan dari fasilitator teknik. Pekerjaan tidak bermutu karena fasilitator kecamatan (FK) yang berkompeten sering meninggalkan tempat tugas.

Selain itu, kata Boimau, mereka juga memantau puskesmas Rawat Inap Ayotupas yang kondisinya rusak berat dan tidak layak pakai.

“Kami berdiskusi dengan masyarakat setempat. Mereka berharap puskesmas itu segera diperbaiki agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Dia mengatakan, mereka ingin berjalan dari puskesmas ke ibukota kecamatan, namun terpaksa batal karena ruas jalan yang menghubungkan Ayotupas-Kokbaun, tepatnya di Desa Niti, putus dan terjadi longsor di Desa Fatuoni, Kecamatan Kuatnana. Hal ini akibat hujan deras pada akhir Desember 2010 lalu.

“Kami berdiskusi dengan masyarakat setempat. Mereka berharap puskesmas itu segera diperbaiki agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.Dia mengatakan, mereka ingin berjalan dari puskesmas ke ibukota kecamatan, namun terpaksa batal karena ruas jalan yang menghubungkan Ayotupas-Kokbaun, tepatnya di Desa Niti, putus dan terjadi longsor di Desa Fatuoni, Kecamatan Kuatnana. Hal ini akibat hujan deras pada akhir Desember 2010 lalu.

“Pemerintah daerah harus segera memperbaiki ruas jalan tersebut agar arus transportasi di wilayah itu tidak macet. Kita minta Camat Amanatun Utara, Nahor Tameo, segera menyurati bupati agar secepatnya melakukan penanganan tanggap darurat pada beberapa ruas jalan yang rusak,” katanya. (mas)

Sumber: kupang.tribunnews.com