Oleh Content Manager

Sejak terpuruk dalam krisis moneter berkepanjangan, Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

Tidak sedikit dana, waktu dan tenaga yang telah dikucurkan untuk upaya pengentasan kemiskinan tersebut, namun hasil yang dirasakan masih jauh dari harapan. Bahkan tidak sedikit program tersebut yang justru menyisakan masalah baru dalam masyarakat, seperti yang dialami oleh masyarakat Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Masalah yang terjadi di daerah ini adalah dalam pendataan keluarga miskin untuk menerima bantuan pemerintah. Pengkategorian yang diberlakukan dalam kegiatan pendataan tersebut masih menyisakan banyak keluarga yang benar-benar miskin, memasukkan keluarga yang cukup mampu sebagai penerima bantuan, dan menyebabkan beberapa keluarga miskin justru mendapat bantuan ganda.

Akibat pengkategorian yang kurang akurat tersebut, pemerintah sebagai pengelola program dianggap pilih kasih dalam memberikan bantuan. Bahkan timbul konflik antara warga penerima bantuan dana dengan yang tidak mendapatkan bantuan dana.

Hal ini mendorong Nehru Sagena, yang menjabat sebagai Camat Binuang pada waktu pendataan keluarga miskin dilakukan,untuk memprakarsai proses pendataan keluarga miskin yang menggunakan tolak ukur yang disusun sendiri dan disepakati oleh masyarakat setempat.

Buku ini merupakan dokumentasi seluruh proses dan mekanisme yang dijalankan oleh berbagai pihak di Kecamatan Binuang dalam menemukenali masalah kemiskinan dan mengidentifikasi indikator-indikator kemiskinan berdasarkan kondisi nyata yang mereka hadapi. Hasil dokumentasi yang dibukukan ini diharapkan dapat menjadi informasi berharga dan pembelajaran untuk digunakan dalam program pengentasan kemiskinan partisipatif di tempat lain.

Bagian awal buku menggambarkan secara singkat kondisi Kabupaten Polewali Mandar dan Kecamatan Binuang. Kemudian mengungkapkan faktor yang melatarbelakangi dilakukannya pemutakhiran data kemiskinan berbasis masyarakat. Bagian ini mengungkapkan fakta yang ditimbulkan akibat tidak akuratnya pengkategorian kemiskinan. Selanjutnya diuraikan secara detail dan lugas mengenai proses pemutakhiran data kemiskinan yang meliputi serangkaian diskusi fokus, workshop, pelatihan tenaga pendata, uji coba metode pendataan, dan rekonfirmasi data. Buku ini ditutup dengan mengemukakan tinjauan reflektif upaya pemutakhiran data kemiskinan berbasis masyarakat yang terjadi di Indonesia, termasuk hambatan-hambatan yang sekiranya dapat menghadang di kemudian hari.

Buku pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi praktisi pembangunan, kepala pemerintahan, pemimpin dan tokoh masyarakat, dan siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap masalah kemiskinan di Indonesia. Membaca uraian proses pemutakhiran data kemiskinan berbasis masyarakat ini diharapkan dapat mendorong upaya serupa untuk direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Jika Anda ingin mendapatkan buku ini silahkan menghubungi Redaksi BaKTI News.

Email: baktinews@bakti.org
Telp: 0411 3650320-22
Fax: 0411 3650323
Alamat: Jl Dr Sutomo 26, Makassar, Sulsel