Oleh admin

Kupang. Sabtu (13/3), Pelatihan Pelatih Fasilitator Pengembangan Masyarakat yang dilaksanakan di Hotel Sylvia, Kupang, telah berakhir dengan sukses dan ditutup secara resmi oleh Pak Imanuel Djahi dari Institute for Good Governance and Regional Development (IGGRD).

Sesuai jadwal acara penutupan dimulai jam 19.00 sebelum acara makan malam. Acara penutupan ini terbagi empat sesi, yaitu kesan-kesan mewakili pelatih, kesan-kesan mewakili peserta, penyerahan cenderamata dan terakhir kesan dan penutupan secara resmi mewakili pihak penyelenggara.

Pak Johnny Riwu sebagai perwakilan dari para pelatih dalam sambutannya mengatakan, “Proses pembelajaran orang dewasa yang kita jalankan bersama dan kedewasaan dari peserta membuat suasana pelatihan ini begitu cair, menyenangkan dan tidak ada jarak antara pelatih dan peserta.” Sambil bercanda Pak Johny mengatakan, “kalau mau jujur ’jarak’ itu saya rasakan bukan dengan peserta tetapi dengan Pelatih Utama (Ibu Tien – red)”. Cara ini digunakan oleh pak Johnny untuk mengunggkapkan betapa ketat dan disiplinnya Ibu Tien sebagai PU dalam mengawal proses pelatihan terutama terkait aktivitas pelatih di kelas agar sejalan dengan apa yang sudah ada pada materi pelatihan dan kesepakatan yang sudah dibangun bersama.

Pada intinya Pak Johnny memberikan apresiasi atas kerjasama dan dukungan peserta selama proses pelatihan sehingga tujuan pelatihan bisa tercapai. Selanjutnya Pak Johnny mengucapkan terimakasih kepada pihak penyelenggara, PMD, IGGRD, PNPM-Mandiri Pedesaan dan British Council yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada mereka.

Di akhir sambutannya Pak Johnny mengatakan, ”Pada akhirnya kita akan berpisah dan sebagai kata penutup agar kita kembali mengingat komitmen yang sudah kita bangun bersama agar bisa kita tindak lanjuti.”

Kesan dari pihak peserta diwakili oleh Pak Kandidatus Angge, Faskab PNPM-Mandiri. Pak Angge adalah peserta pelatihan yang sangat enerjik, memulai sambutannya dengan sedikit berefleksi, ”Adalah sungguh sangat berat ketika kita mendedikasikan diri sebagai seorang fasilitator, tetapi bukan seberapa besar atau seberapa berat pikulan yang harus kita pikul tetapi lebih jauh daripada itu adalah seberapa kuat komitmen yang ada dalam diri kita untuk mengantar sebuah perubahan.”

Terkait kesannya selama pelatihan, Pak Angge mengatakan, ”Sangat terasa sinergi antara peserta dan pelatih dalam meramu keseluruhan prosesi pelatihan selama kurang lebih 10 hari ini untuk penguatan kapasitas diri. Konsep dasar pemberdayaan masyarakat, konsep dasar pembelajaran orang dewasa, dan konsep bagaimana mengedepankan hak-hak warga menjadi pilihan yang cukup bermakna ketika kita berbicara dalam ruang pemberdayaan.”

”Oleh karena itu sangatlah pantas, kami sebagai peserta menyampaikan ucapan terimakasih kepada lembaga yang telah begitu peduli dengan kami untuk dibelajarkan. Dan kepada Bapak/Ibu pelatih terutama kepada Pelatih Utama, ijinkan kami menyampaikan hormat dan terimakasih kami, karena sesungguhnya pembelajaran ini telah menjadikan kami, kita semua, manusia baru dalam konstelasi pemberdayaan masyarakat itu sendiri”, Pak Angge menutup sambutannya dengan gaya seorang orator.

Pak Imanuel Djahi sebagai perwakilan dari penyelelenggara (IGGRD) di awal sambutannya memberikan apresiasi lebih untuk pelatihan di Kupang, ”Disini hubungan yang dibangun begitu dekat seperti saudara dan nuansa kekeluargaannya sangat terasa” katanya.

Selanjutnya Pak Imanuel kembali mengingatkan bahwa para fasilitator yangg melakukan pendampingan masyarakat selain harus punya pemikiran, punya hati juga harus punya kompetensi yang layak dan memadai untuk melayani masyarakat karena rakyat berhak memperoleh fasilitator dgn kompetensi yang baik.

”Ini berarti kita harus terus mendorong dan memacu diri kita untuk meningkatkan kompetensi sehingga kita betul-betul menjadi fasilitator yang kompeten dalam melayani masyarakat. Hanya fasilitator yg berkompetenlah yang mampu melakukan perubahan”, tegas beliau sambil memberikan penekanan pada kompetensi.

Pada akhir sambutan Pak Immanuel mewakili keempat lembaga penyelenggara mengucapkan terimakasih ke semua pihak yang terlibat. Bagi peserta Pak Imanuel menitipkan harapannya, ”Kami berharap apa yang sudah diberikan bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi bapak/ibu dalam menjalankan tugas sebagai fasilitator, lebih jauh daripada itu, semua boleh berguna bagi perubahan masyarakat yang bapak/ibu layani memasuki babak yang lebih baik”.

Pak Imanuel tidak lupa mengucapkan terimaksih kepada panitia terutama Ibu Tien dan para pelatih yang telah berpartisipasi dan mengawal berjalannya pelatihan ini dengan baik.

Pada akhirnya bunyi tiga kali ketokan meja menjadi tanda bahwa Pelatihan Pelatih bagi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat di Kupang yang dilaksanakan sejak tanggal 4 – 14 maret 2003 di Hotel Sylvia, Kupang, telah ditutup secara resmi. (jfl)