Rodhi As’ad
5 May 2008
Saat masih mahasiswa, dia sudah menyenangi segala sesuatu yang berurusan dengan rakyat. Dia juga prihatin dengan pertikaian, kemiskinan, bencana, dan pengangguran yang selalu dipantaunya lewat media massa. Dia Rodhi As’ad, pria lulusan Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), lahir di Yogyakarta, 13 Desember 1978.
Dalam kesehariannya saat ini, selain sebagai pengurus harian dan fasilitator Pusat Studi Masyarakat Yogyakarta (PSM Yogya), Rodhi juga merupakan bagian dari dinamika lembaga pers mahasiswa di Yogyakarta. Ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Ekspresi Student Press, lembaga pers mahasiswa di kampusnya. Lulus pada 2006, dia tetap dipercaya untuk aktif bersama lembaga itu, didaulat sebagai pembina, serta diserahkan tanggung-jawab terkait aktifitas-aktifitas pengembangan keterampilan jurnalistik, dan pengembangan sumber daya manusia yang pernah aktif di lembaga tersebut.
Sepak terjang Rodhi di lembaga pers mahasiswa sewaktu kuliah itu menggiringnya secara sadar untuk terjun dalam dunia pemberdayaan masyarakat praktis yang sampai sekarang tetap ditekuninya.
“Pada 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya. Saya, dan kawan-kawan mahasiswa dari berbagai lembaga pers mahasiswa di Yogyakarta, yang tergabung dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia berinisatif membentuk tim kerja relawan,” ungkap Rodhi, saat menjelaskan awal mula dirinya terjun ke dalam dunia pemberdayaan masyarakat.
Pria yang selalu terhipnotis dengan literatur filsafat post-modernisme, karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan Paulo Coelho ini adalah salah satu pribadi yang mengandalkan jejaring manusia dan pengetahuannya dalam rangka mendukung pengelolaan dan kinerja organisasi yang digelutinya.
Ketika menjadi relawan gempa, sadar dengan kurangnya pengetahuan dan pengalaman korps relawan tersebut, tak segan ia bersama teman-temannya menjalin kemitraan dengan aktifis lembaga swadaya masyarakat lain untuk membekali korps itu dengan ilmu manajemen bencana. Kemitraan tersebut dijalin dalam rangka mengembangkan profesionalisme, mengingat begitu besarnya kepercayaan yang diberikan masyarakat pada korps tersebut, dan juga, “agar tidak kalah dengan relawan asing dan lokal lain yang sudah terlebih dulu terjun ke lokasi gempa,” tambah Rodhi.
Saya kenal Rodhi saat ikut Pelatihan Dasar PFPM di Yogyakarta 2007 lalu. Saat itu, dia aktif di Yayasan Rames Yogyakarta. Sejak April 2008, Rodhi ikut membantu PSM Yogya menjalankan Program Ekonomi Rakyat untuk Petani Ikan di Sleman, Yogyakarta.
Menurutnya, program tersebut akan berakhir November 2008. Saya penasaran, setelah itu, apalagi lagi yang akan dilakukannya untuk memajukan cara pandang masyarakat, menjadikan mereka lebih terampil, serta membantu mereka untuk menjadi contoh dan pendorong bagi kemajuan bersama.
Tentu itu termasuk bagaimana dia menciptakan kemandirian masyarakat, sebagai esensi dasar dari pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.
Kontak Rodhi As’ad
Jl. Kaliurang Km. 7.3, Kayen, Gg. Melati 402
Yogyakarta
Telp. 08175455114
e-mail: amrodhi@yahoo.com
| Print article |
