Oleh Content Manager

TOT faslitator pemberdayaan masyarakat di Kupang ini memang lain dari yang lain, sangat terlihat semangat kekeluargaan antar peserta, pelatih dan panitia. Suasana ini tentu saja tidak lepas dari usaha dan kerja keras panitia yang didukung dengan baik oleh semua pihak yang terlibat dalam pelatihan.

Kesan ini nampak jelas dalam sambutan atau kesan perpisahan baik dari pelatih, peserta maupun perwakilan dari penyelenggara pada saat acara penutupan. Suasana kekeluargaan dan kedekatan ini disadari dan diyakini telah membantu proses pencapaian tujuan pelatihan itu sendiri.

Pada acara penutupan, Pak Immanuel Djahi mengatakan, ”Kondisi ini tentu saja merupakan sumbangan semua pihak yang terlibat dalam proses pelatihan ini tetapi apresiasi lebih tentu saja patut kami berikan kepada panitia dan Ibu Tien selaku Pelatih Utama (PU), atas kerja keras mereka yang telah berusaha sebaik mungkin dan berhasil menjaga suasana kekeluargaan ini sampai pelatihan berakhir”.

Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan panitia adalah pemberian cenderamata kepada beberapa peserta pelatihan berdasarkan beberapa katergori yaitu kategori peserta terbaik yang diberikan kepada Pak Bongo Benyamin, kategori peserta terfavorit diberikan kepada Pak Markoni Gorang Mau dan Ibu Conny Herta Tiluata, dan kategori peserta super aktif diberikan kepada Pak Kandidatus Angge dan Ibu Adolfince Ae Nubatonis.

Semua peserta pelatihan juga mendapatkan cenderamata berupa dua buah buku saku yaitu buku profil singkat seluruh peserta dan pelatih dan buku yang berisi penilain peer teaching dari peserta lain kepada masing-masing peserta pelatihan. Buku ini diserahkan secara simbolis oleh panitia kepada Pak Bonggo Benyamin sebagai ketua kelas.

Pemberian cenderamata ternyata  tidak berhenti sampai disini. Para ”tamu” juga ikut mendapatkan cenderamata dari panitia. Dharma Palekahelu (Konsultan Pelatihan), Immanuel Djahi (IGGRD), Yuda (IGGRD) dan Jerry Langkun (KM IGGRD) mendapatkan cenderamata berupa kain tenun Timor yang diserahkan oleh Ibu Tien. Pemberian kain tenun merupakan tradisi masyarakat Timor dalam menyambut tamu.

Suasana kekeluargaan semakin terasa justru ketika acara sudah ditutup secara resmi dan acara makan malam selesai. Seperti kebiasaan beberapa tempat di Indonesia bagian timur, begitu juga di Kupang, belum lengkap rasanya jika sebuah acara tidak ditutup dengan acara pesta dansa dan menari. So, lagu Barat dan lagu Tradisional Kupang kemudain melantun silih berganti mengiringi langkah kaki para penari….(jfl)